Tampilkan postingan dengan label makanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label makanan. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Maret 2015

Penyebab Utama Diabetes Bukanlah Makanan Manis


Walaupun penyakit diabetes atau yang kita kenal dengan kencing manis telah lama diketahui bahkan sejak 1500 SM, sampai saat ini ternyata masih banyak orang yang tidak memahami penyakit tersebut sepenuhnya. Adapun salah satunya adalah anggapan bahwa penyakit diabetes pasti disebabkan karena terlalu gemarnya mengonsumsi makanan manis. Padahal anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat.

Penyakit Diabetes Bisa Dipicu Akibat Kurangnya Gerak

Diabetes melitus merupakan penyakit yang ditandai oleh kadar gula dalam darah yang tinggi. Ini terjadi karena tubuh kekurangan hormon insulin. Hormon ini diproduksi oleh kelenjar pankreas dan dibutuhkan untuk mengubah makanan menjadi energi.
Seorang dokter yang bernama dr Rochismandoko, Sp PD mengatakan bahwa gaya hidup kurang gerak adalah faktor utama yang menyebabkan terjadinya penyakit diabetes. Ia menjelaskan bahwa pola makan yang salah,terlalu banyak duduk, dan kurangnya olahraga merupakan pemicu terjadinya penyakit ini. Penjelasan ini ia sampaikan seperti yang disadur dari Kompas, bertepatan dengan acara peluncuran aplikasi Dokter Diabetes di Jakarta, Rabu tanggal 11 Juni 2014.
Nafsu makan yang tinggi ditambah kurangnya aktivitas fisik pada akhirnya bisa menyebabkan obesitas atau kegemukan yang merupakan salah satu pemicu diabetes.
Walaupun makanan manis bukan merupakan penyebab diabetes, pengaturan pola makan adalah pilar terpenting untuk mengendalikan penyakit ini. Setiap penderita diabetes harus mau belajar mengetahui ragam makanan yang dapat menyebabkan naiknya gula darah dan berusaha menghindarinya.
Pengaturan makan tersebut ditujukan agar penderita diabetes tetap dapat mengonsumsi berbagai ragam makanan yang menawarkan sejumlah nutrisi penting namun kebutuhannya sesuai, sehingga insulin dalam tubuh mencukupi.
Para penderita diabetes dapat mengonsumsi makanan yang sama seperti orang lain pada umumnya, namun tetap harus mengawasi jumlahnya. Apabila kadar gula darah sudah terlalu tinggi, maka tidak hanya makanan manis saja yang harus dihindari, namun terkadang juga garam dan lemak.


dr. I Made Panca Kusuma W.

Beberapa Hal Ini Dapat Mengganggu Ginjal Anda


Ginjal merupakan organ yang sangat penting dan mempunyai peran vital untuk menjaga kesehatan tubuh kita. Apabila kondisi ginjal terganggu, maka hal tersebut juga akan mempengaruhi kesehatan kita secara keseluruhan. Oleh sebab itu, menjaga kondisi ginjal agar tetap berfungsi dengan baik adalah suatu keharusan. Salah satu cara untuk menjaganya adalah dengan menerapkan pola hidup yang baik dan menghindari hal-hal yang dapat merusak ginjal.
Ada beberapa hal yang dapat mengganggu kinerja ginjal, diantaranya adalah :
1. Alkohol
Dampak buruk alkohol bagi kesehatan tubuh tampaknya tidak perlu diperdebatkan lagi. Tidak hanya hati saja yang dipertaruhkan, ginjal pun juga bisa rusak akibat dari minum minuman keras.
2. Rokok
Salah satu kebiasaan buruk yang dapat merusak ginjal adalah merokok. Rokok dapat mengganggu sirkulasi darah ke berbagai organ. Apabila sirkulasi tersebut terganggu, maka fungsi ginjal pun juga akan terganggu dan bermasalah.
3. Soda
Berdasarkan sebuah penelitian di tahun 2008, orang yang minum 2 gelas soda atau lebih per harinya, memiliki risiko yang besar untuk terkena penyakit ginjal kronis. Walaupun belum jelas hubungan antara kerusakan ginjaldan minuman bersoda, namun menurut The New York Times, minuman bersoda memiliki kandungan kadar asam fosfat yang tinggi. Asam tersebut dikaitkan dengan batu ginjal dan masalah ginjal lainnya, termasuk gagal ginjal.
4. Menahan kencing
Kebiasaan menunda atau menahan kencing juga dapat mempengaruhi fungsi ginjal. Menunda kencing dalam waktu yang lama bisa membuat kandung kemih tertekan, dan hal ini tidak baik untuk ginjal.
5. Kurang minum air
Memenuhi kebutuhan akan asupan air sangatlah penting. Air dapat membuang racun dalam tubuh. Kurang minum akir dapat memicu penumpukan racun dalam darah, dan hal ini dapat mengganggu fungsi ginjal.
6. Kurang gerak
Kurang berolahraga atau aktivitas fisik juga bisa mempengaruhi kerja ginjal. Selain baik untuk kesehatan secara keseluruhan, olahraga juga dapat mencegah masalah pada ginjal. Melakukan aktivitas fisik atau berolahraga yang cukup dapat mengurangi risiko masalah pada ginjal sampai 30 persen.
7. Kurang tidur
Memiliki kualitas dan waktu tidur yang baik adalah hal yang penting. Kurang tidur juga diketahui berdampak bagi kesehatan ginjal dan bisa merusaknya. Oleh sebab itu, pastikan anda mendapat tidur yang cukup.
8. Kekurangan vitamin
Orang yang kekurangan vitamin tertentu juga berisiko mengalami masalah pada ginjal. Seperti halnya kekurangan vitamin B6, di mana hal ini bisa menyebabkan batu ginjal. Untuk itu, anda disarankan untuk menerapkan pola makan yang sehat dan diet yang seimbang. Beberapa makanan yang baik untuk dikonsumsi adalah kacang polong, hati sapi, ikan, dan kentang.
9. Kekurangan mineral
Sama halnya dengan vitamin, kekurangan mineral tertentu juga mempengaruhi kondisi ginjal. Apabila tubuhkekurangan magnesium, maka tubuh tidak mampu menyerap kalsium dengan baik. Jika kalsium tidak bisa diserap dengan optimal, maka hal ini bisa menyebabkan batu ginjal. Untuk mengatasi ini, anda bisa mengonsumsi sayuran berdaun, buncis, biji-bijian, dan kacang-kacangan.
10. Kelebihan garam
Mengonsumsi makanan yang tinggi garam berisiko menyebabkan naiknya tekanan darah. Selain itu, jika anda mengonsumsi garam terlalu banyak, beban kerja ginjal akan semakin berat dan kesulitan membuang kelebihan garam.
11. Kelebihan Protein
Para ahli kesehatan mengungkapkan bahwa mengasup protein dalam jumlah yang tinggi dapat membahayakan ginjal, tergantung juga pada faktor-faktor lainnya. Ginjal akan bekerja sangat keras saat anda mengonsumsi makanan berprotein tinggi dalam jumlah yang besar.
12. Mengonsumsi obat tertentu
Kebiasaan mengonsumsi obat penghilang rasa sakit diketahui juga dapat mempengaruhi fungsi ginjal. Anda harus tahu tentang efek samping dari obat-obatan yang anda konsumsi. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter mengenai efek samping dari obat-obatan yang anda konsumsi.


dr. I Made Panca Kusuma W.